BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH KOTA BEKASI

Layanan Informasi : 081380907429

Joko Siperakit "Power bank dari sampah" Harumkan Nama Kota Bekasi

Joko Siperakit "Power bank dari sampah" Harumkan Nama Kota Bekasi

Headline 30 Agustus 2017

Balitbangnews- Pemerintah Kota Bekasi melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah berhasil menjadi pemenang ke 3 Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) ke VII tahun 2017 kategori unggulan tingkat Provinsi Jawa Barat, yang digelar  23-25 Agustus Di  Lapangan Gelanggang Generasi Muda (GGM) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Walikota Bekasi Bangga

Walikota Bekasi Dr. Rahmat Effendi merasa senang dan bangga atas prestasi yang diraih dalam lomba tersebut. “Saya berterima kaish atas perolehan juara ini, sehingga Kota Bekasi kembali harum namanya berkat gelaran Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diikuti salah satu warga Kota Bekasi bernama Joko Susilo (55) beralamat di Perumahan Tytyan Kencana, Blok Q1 Nomor 6 RT12, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi”. Ujar Walikota saat menyerahkan piala yang dirangkai dengan apel pagi, di Plaza pemkot Bekasi, Senin (28/8)

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Bekasi, Dr. H. Encu Hermana, MM didampingi Sekretarisnya Dr. Mhd. Jufri, S.H. M.H sebagai Organisasi Perangkat Daerah yang memfasilitasi utusan Innovator asal Kota Bekasi mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak serta bangga atas torehan prestasi saudara Joko susilo dengan penuh harapan semoga bisa dipertahankan dan ditingkatkan untuk lomba Inovasi tingkat Nasional bulan mendatang.

Adapun lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) yang Joko Susilo yaitu menurut keterangan Joko Siperakit “Power Bank” ini adalah Baterai pengisi daya gadget atau "power bank" hasil daur ulang sampah yang diproduksinya menjadi salah satu pemenang lomba teknologi tepat guna yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun ini.

"Produk ini kami rakit dari daur ulang limbah baterai laptop yang ada di lingkungan kami sejak 2016," kata produsen power bank limbah batre, Joko Susilo (55), kepada wartawan di Bekasi.

Pengisi daya berkapasitas 10 ampere itu bisa bertahan 10 jam pengisian. Joko bahkan sanggup memberikan garansi masa pakai produknya selama 12 bulan berdasarkan pemanfaatan bahan baku yang berkualitas.

"Kami selektif dalam memilah limbah baterai laptop. Biasanya komponen yang kami pilih berasal dari produk Samsung atau Sanyo," kata Joko.

Limbah eletronik itu tidak hanya dikumpulkannya dari bank sampah di lingkungan sekitar, namun juga dari pusat perbelanjaan eketronik di Bekasi dengan membelinya dari sejumlah pengusaha barang eletronik, pada harga Rp5 ribu-Rp10 ribu untuk enam baterai.

"Motivasi saya dikarenakan limbah ini berbahaya karena kandungan mercury, timah dan racun kimia lainnya, sementara di Kota Bekasi belum ada sistem pengolahan yang optimal untuk limbah elektronik ini," kata Joko.

Seluruh limbah itu diproduksi Joko menjadi teknologi tepat guna di rumahnya di Perumahan Tytyan Kencana, Blok Q1 Nomor 6 RT12, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

"Baterai laptop yang terbuang sebanyak 80 persen komponennya saya bongkar. Biasanya kerusakan terjadi pada integrated circuit (IC) yang kami perbaiki secara manual," kata dia.

Hasil daur ulang IC ini diklasifikasikannya ke dalam dua kategori. Kategori A, untuk bahan baku power bank, dan kategori B untuk aki sepeda eletrik.

Power bank ini selanjutnya dilombakan dalam ajang Teknologi Tepat Guna pada 24 Agustus 2017 di Majelengka.

"Produk daur ulang sampah ini berhasil meraih penghargaan juara tiga dalam lomba ini setelah Sumedang dengan teknologi inverter dan Kota Bandung dengan teknologi konveksinya," kata Joko yang diganjar hadiah Rp 17 juta itu.

"Sejak menang lomba, permintaan power bank saya meningkat drastis sampai 30 unit dari sejumlah pelanggan yang dibandrol Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per unit," kata dia. (tim)

Berita update
Update

Pelaksanaan pembinaan dan pemeriksaan regular saat ini sedang berjalan ke semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berada di Lingkungan pemerintah

Baca »
Update

Balitbang ikut berpartisipasi melakukan pengecat trotoar

Baca »
Update

Demikian dari pihak BP4D juga merasa bangga atas kunjungan yang diterima langsung pihak Balitbang

Baca »